Memang malapetaka, tidak disangka tidak diduga maskapai penerbangan domestik seperti batavia bisa pailit, tidak ada pemberitahuan dari awal kalau akan begitu, sehingga rata-rata agen kena rugi besar, termasuk pengaduan pembeli tiket yang tidak di tanggapi oleh pihak batavia.
Baru pada sore tanggal 30 januari 2013, saya di kabarin rekan saya di jakarta bahwa kita tidak usah dulu menjual tiket batavia, kita nunggu dulu putusan pengadian mengenai nasib maskapai berwarna biru oranye ini. Saya kaget, bagaimana tidak saya sudah banyak menjual tiket batavia untuk bulan februari.
Ternyata betul, setelah putusan keluar bahwa batavia dinyatakan pailit pada malam hari tanggal 30 januari dan mulai jam 00.00 wib batavia tidak boleh terbang lagi, lemaslah badan ini, bagaimana tanggungjawab saya sebagai agen kepada pembeli tiket batavia, kalau mereka ingin dikembalikan darimana uangnya, seribu macam pemikiran berkecamuk dalam hati ini.
Begitu hari esok, benar saja pelanggan saya banyak yang nelepon saya mengenai bagaimana nasib tiket yang mereka sudah beli, saya mencoba menenangkan mereka dan mengarahkan mereka supaya mencari cabang batavia terdekat, akhirnya mereka mengerti dan mengikiti saran saya, saya pun tenang. Tapi siang hari ternyata mereka menelpon lagi ternyata kantor cabang batavia di daerah-daerah tutup termasuk di jakarta, sayapun tak bisa apa, karena saya waktu itu sedang sakit. Saya coba tlp kantor batavia, termasuk pegawai batavia yang saya kenal tapi semua tidak di angkat sampai sekarang sudah hari ke 17.
kemanakh kurator?, bagaimana dengan nasib uang-uang kami agen batavia?, haruskah kami juga ikut pailit mengikuti jejakmu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar